Inforiauterkini.com
Perawang (Siak) – Adanya pemberitaan salah satu media bahwa dugaan terdapat pelanggaran acara “Konser Holong” yang digelar di Gedung Tapian Nauli,Perawang pada hari Minggu (03-08/2025) dinilai menjadikan pemberitaan yang simpang siur di tengah-tengah masyarakat.
Dalam hal ini Pihak Panitia dan Pemilik gedung,Haposan Sinaga dengan tegas membantah tudingan tersebut.
Acara yang digelar oleh Perkumpulan masyarakat Batak di Perawang ini mendatangkan artis dari Ibukota Jakarta yang sebelumnya mengadakan Show di Kota Pekanbaru, selanjutnya artis tersebut di undang untuk memeriahkan acara “Konser Holong” sebagai bentuk hiburan budaya dan reuni masyarakat rantau di Perawang.
Panitia menjelaskan bahwa konser tersebut murni bertujuan untuk menghibur warga dengan pertunjukan musik etnik khas Batak yang menjunjung tinggi nilai kekeluargaan.
Haposan menjelaskan pihaknya tidak pernah menyediakan minuman yang beralkohol,jika ada foto-foto yang beredar di tengah masyarakat,itu bukan dari Kami,tegasnya.
“Karena setiap tamu undangan yang datang membawa bekal masing-masing serta tidak ada transaksi miras yang Kita fasilitasi,ujar Haposan Sinaga,Pemilik gedung Tapian Nauli yang sekaligus Anggota DPRD Siak dari fraksi Partai Perindo itu”
Haposan juga menambahkan bahwa peminjaman gedung untuk acara tersebut dilakukan karena kedekatan kekerabatan.
Panitia meminjam gedung secara kekeluargaan,karena kami satu marga.dan dalam hal ini gedung kami di pakai secara cuma cuma,tidak ada unsur kepentingan pribadi apalagi bisnis komersial dalam bentuk miras atau lainnya,terangnya kembali.
Terkait kabar bahwa tidak ada izin dari pihak Kepolisian,Panitia membantah keras.mereka menyebut telah mengantongi izin. serta telah melakukan koordinasi dengan pengurus lingkungan sekitar.
“Ini bukan acara terbuka untuk Skala besar,melainkan undangan terbatas untuk perkumpulan.di sini tidak ada keributan serta kegaduhan.semua berlangsung tertib dan penuh kekeluargaan,ucap Panitia penanggung jawab.
Isu tentang harga minuman keras yang mencapai jutaan rupiah per meja pun dibantah keras oleh Panita.
“Tudingan ini sangat keterlaluan dan tidak memiliki dasar.
Kami bisa buktikan tidak ada transaksi semacam yang di tuduhkan.jika ada, tunjukkan siapa yang menjual dan yang membeli.jangan hanya asumsi belaka,tambahnya.
Acara ini juga dihadiri sejumlah tokoh masyarakat dan anggota DPRD lain yang datang sebagai undangan.di antaranya Marudut Pakpahan.Anggota Dewan dari fraksi PDIP.
Haposan dan Marudut menjelaskan tidak mengetahui secara spesifik isi dari setiap meja karena mereka hanya hadir sebatas tamu yang mendukung terlaksananya acara tersebut.
Saat di konfirmasi,Marudut Pakpahan membantah tudingan yang menyebut dirinya ada menikmati minuman keras.
“Saya tidak pernah menyentuh minuman keras,apalagi untuk mengkonsumsinya”.lagi pula saat acara berlangsung saya hanya meminum air mineral.kehadiran saya pada acara tersebut bentuk dari dukungan terhadap acara kebudayaan Batak yang positif, bukan untuk hal-hal negatif sebagai mana yang di tudingkan” terangnya.
Dalam kesempatan terpisah,salah seorang tokoh masyarakat Batak Perawang yang turut hadir menilai pemberitaan yang beredar terlalu menyudutkan dan tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya.
Sampai saat ini kita tidak ada mendapatkan laporan resmi dari aparat penegak hukum terkait ada adanya gangguan keamanan atau pelanggaran hukum.
Panitia dan Haposan Sinaga siap bekerja sama dengan pihak berwenang apabila dibutuhkan untuk klarifikasi lebih lanjut**
(Ramadona)













