DIDUGA KUAT ADA OKNUM PELINDUNG!  JADI SPBU PALAS JADI SARANG PELANGSIR BBM BERSUBSIDI — TRUK BESAR MENGULAR, BEROPERASI TERANG-TERANGAN TANPA TERGANGGU

  • Bagikan
Oplus_16908288

PANGKALAN KURAS — RIAU  infoRiauterkini.com — Semakin terbongkar kebenarannya! Di SPBU Pertamina No. Stasiun 14.284.658, Palas, Sorek, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, praktik pelangiran BBM bersubsidi ternyata tidak berjalan sendirian. Warga sekitar menduga kuat ada oknum yang melindungi dan melancarkan para pelangsir, sehingga mereka beroperasi terang-terangan tanpa rasa takut sedikit pun.

 

 

Dari hasil pantauan tim redaksi inforiauterkini.com Jumat (02/10/2026) memperlihatkan deretan truk besar berjejer rapat memadati SPBU. Pemandangan ini bukan sekali dua kali — sudah terjadi setiap hari, berbulan-bulan lamanya. Kendaraan berat keluar-masuk, mengisi solar bersubsidi dalam jumlah masif, lalu dibawa pergi. Yang mencurigakan: tidak ada satu pun petugas atau aparat yang datang memeriksa, menanyakan dokumen, atau menghentikan aktivitas tersebut.

 

Warga yang enggan disebutkan namanya menyampaikan dengan nada kecewa:

“Kami sudah lihat berbulan-bulan begini. Setiap hari truk-truk itu datang, ambil solar banyak sekali, lalu pergi. Tidak ada yang berhenti, tidak ada yang tanya ke mana dibawa. Kalau tidak ada yang memberi jalan, bagaimana mungkin mereka berani begitu?”

 

Di duga kuat ada oknum yang melancarkan para pelangsir Fakta menunjukkan bahwa pelangiran ini berjalan terang-terangan, berulang kali, tanpa gangguan semakin menguatkan dugaan warga:

 

– Para pelangsir diketahui oleh pihak tertentu di lokasi, sehingga diizinkan mengambil melebihi jatah

– Ada oknum yang memastikan tidak ada pemeriksaan saat operasi berlangsung

– Jaringan ini bekerja sama dengan pihak di dalam maupun di luar SPBU agar minyak terus mengalir

– Mereka merasa aman, kebal hukum, seolah-olah dilindungi oleh pihak yang berwenang

 

“Mereka tidak takut karena tahu ada yang menutup mata. Ada yang bagi izin. Ada yang ambil bagian dari hasilnya,” tegas warga.

 

Akibatnya: solar bersubsidi yang seharusnya untuk rakyat disedot habis. Warga biasa mengantre berjam-jam namun pulang kosong. Kerugian negara terus menumpuk setiap hari.

 

Di minta kepada Pertamina, Kapolda Riau dan polres Pelalawan usut tuntas mafia minyak

Dengan adanya dugaan keterlibatan oknum, tidak ada lagi waktu untuk diam:

 

Pertamina Cabang Riau — periksa manajemen SPBU 14.284.658. Siapa yang mengizinkan pengisian berlebih? Siapa yang melancarkan? Jika terbukti bersekongkol — ganti dan proses hukum.

 

Kapolres Pelalawan — turunkan tim rahasia ke lokasi. Amankan bukti, catat nomor kendaraan, telusuri siapa pemiliknya, siapa yang mengatur. Jangan biarkan ada yang dilindungi.

 

Kapolda Riau — jika terbukti ada oknum aparat yang terlibat, usut tuntas tanpa pandang pangkat. Jaringan ini harus dibongkar sampai akar-akarnya. Rakyat tidak akan diam melihat kekayaannya dikuras di depan mata.

 

Pemerintah Kabupaten Pelalawan — pastikan BBM bersubsidi kembali ke tangan yang berhak. Tegaskan: siapa pun yang melindungi pencurian energi rakyat — ikut bertanggung jawab.

 

 

Kasus ini mengikuti pola yang sama dengan SPBU Lubuk Sakat dan titik lain di Riau. Warga memperingatkan: jika dibiarkan, semakin banyak SPBU yang akan dijadikan sarang.

 

“Kami tidak takut bersuara. Kami akan terus pantau dan laporkan sampai ada yang bertindak. Mafia BBM di sini harus berakhir.”

 

Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi dari pihak berwenang. Tim redaksi akan terus memantau dan melaporkan perkembangan selanjutnya.

 

Editor: Andi Rambe
  • Bagikan