KAMPAR – Ancaman abrasi dan longsor kembali menghantui warga yang tinggal di bantaran sungai di Dusun Langgam RT 001 RW 001, Desa Pulau Permai. Retakan tanah yang semakin mendekati bangunan rumah membuat pemilik rumah dan keluarga diliputi rasa cemas, terutama saat musim hujan dan debit air sungai meningkat. (21/6/2026)
Berdasarkan kondisi di lapangan, terlihat retakan tanah memanjang di halaman rumah warga. Sebagian tebing sungai juga telah mengalami abrasi yang mengakibatkan tanah di sekitar bangunan terus terkikis. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dikhawatirkan dapat menyebabkan longsor yang lebih besar hingga mengancam keselamatan penghuni rumah.
Menurut pemilik rumah, permasalahan abrasi di kawasan tersebut bukanlah kejadian baru. Kondisi ini telah berlangsung sejak banjir besar yang terjadi pada tahun 2023.
“Kejadian ini bermula saat banjir tahun 2023. Waktu itu abrasi mulai terjadi di rumah tetangga sebelah hingga bagian dapurnya jatuh ke sungai. Tahun ini abrasi kembali terjadi di belakang rumah kami dan kini sudah semakin mendekati dapur. Kami sangat khawatir jika tidak segera ditangani, rumah kami juga akan ikut terjun ke sungai,” ujar pemilik rumah
Ia berharap pemerintah daerah dan instansi terkait dapat segera turun ke lokasi untuk melakukan peninjauan serta memberikan solusi konkret guna mencegah kerusakan yang lebih parah.
“Harapan kami hanya satu, semoga ada perhatian dari pemerintah dan pihak terkait untuk membangun turap penahan tebing di lokasi ini. Kami sangat membutuhkan turap agar rumah kami tidak ikut tergerus dan jatuh ke sungai. Kami hanya ingin tinggal dengan aman bersama keluarga,” harapnya.
Warga sekitar juga berharap adanya langkah cepat dari pemerintah melalui BPBD, Dinas PUPR, maupun instansi teknis lainnya untuk melakukan kajian dan penanganan terhadap abrasi yang terus berlangsung. Mengingat kerusakan yang pernah terjadi pada rumah warga sebelumnya, masyarakat khawatir peristiwa serupa akan kembali terulang apabila tidak ada upaya penguatan tebing sungai.
Kondisi retakan tanah yang kini semakin mendekati bangunan menjadi peringatan serius bahwa ancaman longsor dan abrasi masih berlangsung. Masyarakat berharap pemerintah tidak menunggu hingga terjadi kerusakan yang lebih besar atau bahkan menimbulkan korban jiwa sebelum mengambil langkah penanganan.
“Abrasi yang telah merobohkan dapur warga pada tahun 2023 kini kembali mengancam rumah lainnya. Warga Dusun Langgam berharap pembangunan turap penahan tebing dapat segera direalisasikan demi keselamatan dan keamanan masyarakat yang tinggal di sepanjang bantaran sungai.”
“Bagi sebagian orang, retakan tanah ini mungkin hanya terlihat sebagai kerusakan di tepi sungai. Namun bagi keluarga yang tinggal di rumah tersebut, setiap jengkal tanah yang tergerus adalah ancaman terhadap tempat mereka berlindung, membesarkan anak-anak, dan menjalani kehidupan sehari-hari. Warga tidak meminta kemewahan, mereka hanya berharap rumah yang selama ini menjadi tempat pulang tidak ikut hanyut bersama abrasi yang terus menggerus tebing sungai. Sebelum musibah yang lebih besar terjadi dan sebelum ada keluarga yang kehilangan tempat tinggalnya, masyarakat Dusun Langgam berharap uluran perhatian dan langkah nyata dari pihak terkait agar turap penahan tebing dapat segera dibangun demi keselamatan dan ketenangan warga.” Tutup warga.













