Bongkar! Gudang  BBM bersubsidi ilegal di Lubuk Sakat: nama Wawan disebut dan Dikendalikan Oknum Letkol TNI, Warga: “Jangan Ada yang Kebal Hukum!”  

  • Bagikan
Oplus_16908288

 

LUBUK SAKAT, KAMPAR KIRI — RIAU  inforiauterkini.com || Ini bukan sekadar dugaan. Ini pencurian bersubsidi negara yang terorganisir, di mana seragam dan pangkat diduga dijadikan tameng untuk melindungi kejahatan. Negara dirugikan miliaran rupiah, rakyat kesulitan mendapatkan minyak bersubsidi, sementara segelintir pihak menikmati keuntungan besar dari penderitaan banyak orang.23/10/2026

 

 

 

Modus Terbongkar: Solar Dikumpulkan, Dioplos, Lalu Dijual Mahal Setiap hari tanpa henti, para pelangsir bergerak dengan pola yang sangat rapi. Solar bersubsidi yang seharusnya untuk kebutuhan warga, justru dikerok habis dari SPBU Lubuk Sakat dan dikumpulkan ke gudang milik Wawan. Di tempat itu terjadi kecurangan besar: minyak dicampur dengan bahan lain sehingga volumenya bertambah, namun kualitasnya menurun drastis. Hasil oplosan ini kemudian dijual kembali dengan harga jauh lebih tinggi ke berbagai wilayah.

 

“Kami datang pagi, pulang sore tanpa minyak. Tapi truk-truk besar langsung masuk tanpa antre. Mereka bawa lari minyak kami, campur dengan bahan murah, lalu jual mahal. Ini perampokan terang-terangan di depan mata kami!” — ungkap warga dengan nada marah

 

Rakyat yang benar-benar berhak justru mengantre berjam-jam namun pulang dengan tangan hampa. Sementara itu, kendaraan-kendaraan milik perusahaan dan pelangsir diprioritaskan, seolah memiliki “jalur khusus” yang dipersilakan petugas. Himbauan tentang larangan pelangiran yang terpasang di dinding SPBU hanyalah tulisan mati yang tidak pernah ditegakkan.

 

Di Balik Layar oknum TNI Letkol Diduga Jadi Penjamin Keamanan Yang paling membuat warga bergidik, operasi ilegal ini tidak berjalan sendirian. Ada sosok penting yang diduga menjadi kekuatan di belakang kelangsungan bisnis haram tersebut — seorang oknum Angkatan Darat berpangkat Letnan Kolonel. Posisi dan jabatannya dimanfaatkan untuk menciptakan rasa aman bagi seluruh jaringan. Tidak heran jika selama ini warga takut melapor.

 

“Siapa yang berani tegur? Katanya ada Letkol di belakang Wawan. Laporan ke mana pun seolah berhenti di tengah jalan. Gudang itu tetap berdiri, truk-truknya tetap berjalan. Selama ini kami memilih diam karena takut. Tapi kerugiannya terlalu besar, kami tidak bisa lagi menutup mata.” — cerita warga yang selama ini menyaksikan semuanya

 

Pertanyaannya kini menggema ke mana-mana: Untuk apa pangkat dan seragam itu dipakai? Untuk melindungi rakyat, atau justru melindungi pencuri yang merugikan rakyat? Jika benar ada oknum yang memanfaatkan jabatannya untuk memelihara kejahatan, maka ini bukan sekadar pelanggaran hukum — ini pengkhianatan terhadap amanah yang diberikan negara.

 

Kerusakan Semakin Meluas, Warga Mendesak Tindakan Nyata ,Dampak dari praktik ini sudah dirasakan di mana-mana. Harga minyak di pasaran gelap membengkak, kendaraan warga rusak akibat memakai minyak oplosan, dan pendapatan negara terkikis habis setiap harinya. Bukan itu saja, kepercayaan masyarakat terhadap penegak hukum ikut tergerus karena kesan bahwa siapa yang punya pelindung, dia bebas melakukan apa saja.

 

“Jangan tunggu sampai rakyat hancur. Jangan tunggu sampai gudang itu makin besar dan jaringannya makin luas. Tindak sekarang, sebelum semua terlambat. Kami tidak butuh janji, kami butuh bukti!” — seruan warga yang kini mulai berani bersuara

 

Kapolda Riau & Kapolres Kampar: Rakyat Menunggu, Jangan Mengecewakan Masyarakat Lubuk Sakat dan seluruh warga Riau kini menaruh harapan besar kepada Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat, S.I.K., M.Si. dan Kapolres Kampar untuk tidak membiarkan kasus ini tenggelam begitu saja. Warga menuntut:

 

Gerebek hari ini juga! Tutup, sita, dan amankan seluruh barang bukti di gudang oplosan Lubuk Sakat

Tangkap Wawan! Jangan beri kesempatan kabur, dia adalah kunci untuk membongkar jaringan lebih luas

Panggil dan periksa oknum Letkol TNI tersebut! Kerja sama dengan instansi terkait wajib dilakukan. Pangkat tidak boleh menjadi tameng

Usut tuntas keterlibatan pihak lain! Mulai dari pengisian di SPBU, pengangkutan, hingga penampungan — semua yang terlibat harus dipertanggungjawabkan

Sampaikan hasilnya kepada publik! Jangan ditutup-tutupi. Rakyat berhak tahu siapa yang merugikan mereka

 

“Hukum itu tidak mengenal pangkat dan seragam. Di mata hukum, pencuri adalah pencuri, tidak peduli apa lambang di bajunya. Kapolda Riau, Kapolres Kampar — rakyat mengawasi langkah Bapak. Buktikan bahwa di Riau, keadilan benar-benar berlaku untuk semua orang!” — tegas pernyataan warga yang kini tidak lagi takut bersuara

 

Sampai berita ini diturunkan, gudang penampungan tersebut diduga masih aktif beroperasi. Belum ada tanggapan resmi dari pihak Polsek Kampar Kiri, Polres Kampar, maupun pihak TNI terkait laporan masyarakat ini. Warga tidak akan diam menunggu selamanya. Mereka siap menyaksikan siapa yang benar-benar berpihak pada keadilan.

 

Laporan: Tim Investigasi inforiauterkini.com

Sumber: Keterangan Warga Lubuk Sakat

 

 

BERSAMBUNG….

Editor: Andi Rambe
  • Bagikan