GARUDA SAKTI — RIAU || inforiauterkini.com Perjudian sabung ayam di Jalan Uka, Desa Garuda Sakti, Riau , bukan lagi rahasia — ia beroperasi secara terang-terangan, setiap hari, tanpa rasa takut sedikit pun. Seolah hukum mati di kawasan ini.
Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, aktivitas judi ini berlangsung siang hingga sore hari. Kandang-kandang ayam berjejer rapi, orang-orang berkerumun saling berteriak menentukan jumlah taruhan. Uang tunai berpindah tangan dengan mudah, nilainya bukan main-main — Rp500.000 hingga Rp1.000.000 per satu kali laga. Perputaran uang di sini mencapai puluhan juta rupiah setiap harinya.
Yang paling memprihatinkan, dampaknya menghancurkan masyarakat dari dalam:
Remaja jadi sasaran — anak-anak muda desa ikut terjerumus, masa depan dipertaruhkan sejak usia belia Ekonomi keluarga hancur — uang belanja, tabungan sekolah anak, bahkan uang kebutuhan pokok habis dalam hitungan jam
Rumah tangga berantakan — pertengkaran terjadi setiap hari, istri menangis, anak-anak menjadi saksi kehancuran keluarga Lingkungan sosial rusak — rasa curiga, hutang-piutang, hingga konflik fisik tak terhindarkan
“Siap coy, ini dikendalikan.”
Kalimat ini terdengar lugas dari mulut warga di lokasi. Artinya, ini bukan sekadar kegiatan warga biasa — ada sistem, ada pengatur, ada pengendali. Mereka merasa aman, merasa kebal hukum. Lalu pertanyaan besarnya: siapa yang melindungi mereka? Mengapa belum pernah ada tindakan tegas selama ini?
Warga sudah bosan hanya mengeluh. Mereka kini menuntut lantang:
“Kepada Kapolda Riau, kami mohon jangan tutup mata lagi. Turunlah, bongkar tempat ini, tangkap penyelenggara dan siapa pun yang melindunginya. Jangan biarkan desa kami terus dikorbankan demi keuntungan segelintir orang!”
Perjudian sabung ayam dilarang undang-undang. Tidak ada alasan untuk membiarkannya beroperasi. Tidak ada tempat yang kebal hukum di Republik ini. Semua harus ditindak — sekarang juga, sebelum lebih banyak keluarga hancur.
Sampai berita ini ditayangkan, aktivitas tersebut masih berjalan leluasa di lokasi. Warga sekitar pun menantang aparat penegak hukum untuk membuktikan kehadirannya di tengah masyarakat.
Penulis: Andi Rambe
infoRiauterkini.com













