Meski Sudah Terbongkar, Penimbun BBM di Ujungbatu Timur Masih Beroperasi — Warga Pertanyakan Kinerja Polisi Setempat  

  • Bagikan
Oplus_16908288

UJUNGBATU — RIAU || inforiauterkini.com — Praktik penimbunan BBM bersubsidi di Ujungbatu Timur, Kabupaten Rokan Hulu, yang sudah terekspos dan diberitakan secara luas, ternyata masih berjalan dengan leluasa hingga saat ini. Fakta ini membuat masyarakat semakin kecewa dan mulai mempertanyakan kinerja kepolisian di wilayah tersebut.

 

Seperti yang telah terungkap sebelumnya, gudang penimbunan minyak berlokasi di KM 4 Ujungbatu Timur, tepat di samping pagar MTsN 2 Ujungbatu, tak jauh dari SPBU Ujungbatu Timur. Gudang yang diduga dikelola oleh anak pemilik SPBU bersama seseorang bernama Enri itu beroperasi terang-terangan setiap harinya mulai pukul 11 siang. Mantan karyawan SPBU, Irwandi alias Lek Iwan, telah membongkar jaringan ini ke publik, namun hingga kini belum ada tindakan penindakan yang signifikan.

 

Yang semakin mengherankan, meski identitas dan lokasi sudah diketahui publik, para pelaku masih beraktivitas bebas seolah tidak terjadi apa-apa. Hal ini memicu kecurigaan warga: mengapa kasus yang sudah terang benderang ini tidak kunjung diselesaikan oleh pihak berwenang di Ujungbatu Timur? Apakah memang butuh waktu lama untuk menindak, atau justru ada hal lain yang menghambat?

 

Warga pun akhirnya mendesak langsung kepada Kapolda Riau, Irjen Pol Arman Achdiat, S.I.K., M.Si., untuk segera turun tangan langsung. Warga mempertanyakan efektivitas kinerja Polsek Ujungbatu Timur yang seakan tidak berdaya atau enggan menindaklanjuti kasus yang jelas-jelas merugikan masyarakat luas ini.

 

“Kasus ini sudah viral dan diberitakan, tapi mereka masih tenang-tenang saja beroperasi. Apa yang sebenarnya terjadi? Kami mempertanyakan kinerja Polisi Ujungbatu Timur. Apakah ada yang menahan tangan mereka untuk menindak? Jangan sampai ada oknum yang justru menjadi tameng bagi para mafia migas ini,” ujar seorang warga dengan nada kecewa dan menuntut kejelasan.

 

Masyarakat tidak hanya menuntut penangkapan para pelaku penimbunan, tetapi juga transparansi proses penegakan hukum. Warga berharap Bapak Kapolda Riau segera menurunkan tim independen untuk memverifikasi langsung ke lokasi, memeriksa mengapa penindakan terlambat dilakukan, dan memastikan tidak ada pihak yang kebal hukum dalam kasus ini.

 

Bagi warga Ujungbatu Timur, yang terpenting bukan sekadar berita yang ramai sesaat, tetapi keadilan yang benar-benar dirasakan. BBM bersubsidi adalah hak seluruh rakyat, bukan ladang keuntungan bagi segelintir orang yang merasa memiliki perlindungan.

Editor: Andi Rambe
  • Bagikan