PELALAWAN || inforiauterkini.com — Dugaan penyalahgunaan penyaluran BBM bersubsidi kembali mengemuka di Riau. Kali ini di SPBU nomor 14.283.6116, yang berlokasi di Desa Dusun Tua, Kecamatan Pangkalan Lesung, Kabupaten Pelalawan. Warga mempertanyakan mengapa armada truk pengangkut batu bara justru diprioritaskan mengisi bio solar bersubsidi, sementara masyarakat kesulitan mendapatkannya.
Berdasarkan pantauan awak media pada Selasa pagi hingga sore, lokasi SPBU dipenuhi truk-truk besar berwarna hijau yang diduga milik perusahaan batu bara. Truk roda 10 hingga roda 22 terlihat bergantian mengisi bio solar bersubsidi secara terus-menerus.
“Dari pagi sampai sore truk-truk itu terus datang. SPBU tidak melarang, seakan membenarkan mereka mengisi. Sementara kami warga lokal yang butuh untuk kebutuhan sehari-hari justru kesulitan dapat,” ungkap warga berinisial HS (49) di lokasi.
Warga mempertanyakan logikanya: BBM bersubsidi diperuntukkan bagi masyarakat dan usaha kecil, bukan untuk armada perusahaan besar yang mengangkut batu bara antar-kabupaten maupun antar-provinsi.
Yang lebih mencurigakan, muncul informasi bahwa pengisian dilakukan dengan cara yang tidak wajar. Diduga petugas melayani pengisian dengan menggunakan barcode kendaraan lain, sehingga tidak terdeteksi oleh sistem bahwa kuota BBM subsidi telah diambil oleh kendaraan yang tidak berhak. Bahkan dikabarkan pemilik kendaraan mewah juga menggunakan cara serupa agar tidak dicurigai pihak berwenang.
Selain masalah penyalahgunaan BBM, kondisi fisik SPBU ini pun dinilai sudah tidak layak. Halaman penuh lubang-lubang dan besi-besi menonjol yang dapat merusak kendaraan maupun membahayakan keselamatan pengunjung. Padahal SPBU tersebut hanya menyediakan dua jenis BBM — Bio Solar dan Pertalite — keduanya bersubsidi.
Masyarakat memohon kepada Kapolda Riau, Irjen. Pol. Arman Achdiat, S.I.K., M.Si., untuk:
Turunkan tim ke SPBU No. 14.283.6116 di Dusun Tua, Pangkalan Lesung
Periksa transaksi pengisian dan penggunaan barcode
Tertibkan pelangsir dan armada yang tidak berhak mengambil jatah BBM subsidi
Awasi pihak pengelola SPBU agar menindak tegas pelanggaran, bukan justru memfasilitasi
“Jangan hanya setengah-setengah, Pak Kapolda. Kami minta tindakan nyata. BBM subsidi adalah hak rakyat, bukan untuk diangkut truk batu bara perusahaan. Kami tunggu langkah tegas Bapak,” tegas warga.
Saat dimintai keterangan, petugas SPBU menolak memberikan pernyataan dan menyatakan tidak berwenang memberikan kontak pengelola. Awak media akan terus mengawal perkembangan kasus ini.
Berita ini disusun berdasarkan pantauan langsung di lokasi dan keluhan masyarakat. Dugaan penyalahgunaan belum terbukti secara sah dan masih memerlukan penyelidikan lebih lanjut dari pihak berwenang.












