PEKANBARU || inforiauterkini.com — Suasana antrean panjang dan keramaian tak biasa terlihat di kawasan Bundaran Jalan Riau, Pekanbaru. Puluhan truk besar terlihat berderet dan masuk bergantian untuk mengisi BBM bersubsidi di SPBU nomor 14.282.625. Pemandangan ini memicu kemarahan warga sekitar yang kesulitan mendapatkan jatah solar bersubsidi untuk kebutuhan sehari-hari.
Berdasarkan pantauan awak media, truk-truk besar tersebut datang berombak, mengisi dalam jumlah banyak, lalu pergi. Sementara itu, warga yang datang dengan kendaraan pribadi maupun usaha kecil justru harus menunggu lama atau pulang dengan tangan kosong.
“Kami yang butuh untuk kebutuhan rumah dan usaha kecil malah tidak kebagian. Dari pagi antre, eh katanya BBM sudah habis. Padahal yang duluan dapat itu truk-truk besar, isi sampai penuh lalu pergi. Ini BBM rakyat atau BBM mereka saja?” keluh seorang warga yang mengaku sudah antre sejak pagi.
Warga menduga kuat ada kerja sama antara oknum pelangsir dan pihak pengelola SPBU. Para pelangsir diduga membayar biaya tertentu agar diutamakan pengisiannya, sehingga kuota BBM bersubsidi cepat habis dan warga terpinggirkan.
“Sudah lama terjadi ini, bukan sehari dua hari. Mereka datang, langsung isi, tidak peduli kami yang sudah antre lama. Seolah-olah SPBU ini milik mereka saja,” tambah warga lain.
Akibatnya, BBM bersubsidi yang seharusnya terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah justru dialihkan ke kendaraan komersial dan dijual kembali di pasar gelap dengan harga jauh lebih tinggi. Negara dirugikan, rakyat kecil dirugikan.
Masyarakat memohon kepada Kapolda Riau, Irjen. Pol. Arman Achdiat, S.I.K., M.Si., beserta jajarannya untuk Segera menurunkan tim ke lokasi dan melakukan pengecekan mendalam
Menertibkan pelangsir yang memonopoli pengisian BBM bersubsidi di SPBU 14.282.625
Memeriksa pengelola SPBU terkait aturan penyaluran kuota BBM subsidi
Mengawasi dan menindak tegas jika ditemukan pelanggaran maupun pungutan liar
“Kami tidak meminta yang berlebihan. Cukup BBM subsidi sampai ke tangan yang berhak. Jangan biarkan mafia BBM menguras hak rakyat dengan seenaknya. Kami tunggu tindakan Bapak Kapolda,” tegas perwakilan warga.
Berita ini berdasarkan pantauan langsung di lokasi dan keluhan warga. Awak media akan terus mengawal perkembangan kasus ini hingga ada tindakan nyata dari pihak berwenang.
Bersambung….












