BALAI RAJA, Riau — SPBU Pertamina berkode 14.287.6121 di wilayah Balai Raja kini diduga kuat menjadi pusat operasi pengambilan BBM bersubsidi jenis solar oleh para pelangsir. Pengakuan ini datang langsung dari petugas di lokasi.
Wongso, yang mengaku sebagai Petugas Pengawas dan Informasi Kendaraan (VIC) di SPBU tersebut, secara terbuka mengonfirmasi kepada awak media bahwa kendaraan perusahaan maupun kendaraan milik pelangsir solar bersubsidi terus berdatangan.
“Jumlahnya semakin hari semakin bertambah. Kami mengajak awak media untuk turun langsung memantau bagaimana antrean para pelangsir ini beroperasi di sini,” ujar Wongso.
Pantauan di lokasi memperlihatkan antrean kendaraan mengular hingga ke jalan umum, mengganggu akses warga serta menutupi jalur keluar-masuk lingkungan sekitar.
Merespons hal tersebut, tokoh masyarakat Edi Natar menyampaikan desakan tegas kepada tiga pimpinan tertinggi keamanan dan pemerintahan di Riau:
“Saya menuntut Gubernur Riau segera bertindak. Saya juga sampaikan langsung kepada Kapolda Riau dan Pangdam Riau agar segera menindaklanjuti laporan masyarakat terkait maraknya mafia migas ini. Mafia minyak harus benar-benar dibasmi dari Riau. Tidak boleh dibiarkan terus merajalela, merugikan negara sekaligus menyengsarakan rakyat,” tegas Edi Natar.
Edi Natar meminta ketiga pimpinan tersebut segera membentuk Satuan Tugas gabungan untuk melakukan penindakan menyeluruh dan tegas terhadap praktik penyalahgunaan BBM bersubsidi di seluruh wilayah, termasuk di SPBU Balai Raja ini.
Warga pun mendesak agar pihak berwenang segera turun ke lapangan, memeriksa dan menindak semua pihak yang terlibat. Praktik ini dinilai melanggar aturan penyaluran BBM bersubsidi, merugikan keuangan negara, serta meresahkan masyarakat luas.













