RANTAU KOPAR, ROKAN HILIR — Jembatan kayu yang menjadi penghubung bagi lima kecamatan di wilayah Rantau Kopar, Kabupaten Rokan Hilir, dibangun dan dirawat sepenuhnya atas daya upaya warga sendiri. Sudah hampir tiga tahun berlalu, belum ada perhatian maupun penanganan dari pemerintah.
Karena terpaksa menanggung biaya perawatan dan perbaikan sendiri, warga memasang tarif penyeberangan: Rp30.000 untuk mobil dan Rp15.000 untuk sepeda motor sekali lewat. Papan tarif itu terpasang jelas di lokasi jembatan di Sekapas, Kecamatan Rantau Kopar.
Pantauan di lokasi memperlihatkan jembatan berstruktur kayu ini tampak sederhana dan rapuh, namun menjadi satu-satunya akses vital warga untuk mengantar hasil bumi, berangkat sekolah, berobat, hingga aktivitas perdagangan sehari-hari.
Pak Uli, warga setempat, menyampaikan harapan besar kepada pemerintah:
“Kami warga yang bangun dan rawat jembatan ini sendiri. Sudah hampir tiga tahun tidak ada perhatian sama sekali. Kami terpaksa pasang tarif untuk menutupi biaya perawatan. Bukan kami mau memungut, tapi jembatan ini harus tetap bisa dipakai. Harapan kami, Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir maupun Pemerintah Provinsi Riau segera turun tangan, perbaiki jembatan ini dengan layak dan permanen. Jangan biarkan rakyat terus menanggung beban ini sendirian,” tegas Pak Uli.
Warga menegaskan jembatan ini sangat strategis karena menghubungkan lima kecamatan. Jika dibiarkan rusak terus, dikhawatirkan putus total dan memutus akses ribuan warga. Mereka meminta pemerintah segera melakukan survei teknis dan mengalokasikan anggaran perbaikan.
Kami akan terus memantau dan menunggu tanggapan resmi dari pihak terkait.
Bersambung













